Menteri Luar Negeri (Menlu) China Yang Jiechi menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan Menlu Korea Selatan (Korsel) dan Menlu Jepang.
"Yang Jiechi mengatakan China prihatin dan khawatir akan perkembangan isu tersebut," demikian statemen Kementerian Luar Negeri China seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (9/4/2012). Statemen tersebut disampaikan usai pertemuan ketiga Menlu tersebut di Kota Ningbo, China timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran meningkat dikarenakan pemerintah Korut tetap dengan rencananya untuk meluncurkan roket jarak jauh, kemungkinan antara 12 dan 16 April. Namun Korut menegaskan bahwa roket itu dimaksudkan untuk tujuan damai yakni mengirimkan satelit dan bukan merupakan rudal balistik seperti yang dikhawatirkan sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan Jepang.
Untuk menghadapi peluncuran roket tersebut, Jepang telah mengerahkan peralatan rudal untuk melindungi Tokyo. Bahkan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda telah memberikan lampu hijau untuk menembak roket Korut jika roket itu mengancam wilayah Jepang.
(ita/nrl)











































