Sang penyiar berita, Panagiotis Vourhas, tengah mewawancarai seorang narasumber dalam acara siaran langsung pada Jumat (6/4) malam waktu setempat. Namun tiba-tiba sekitar 17 orang yang mengenakan masker menyusup masuk ke dalam studio televisi Epiros TV dan membombadir Vourhas dengan yoghurt dan telur.
Dibombardir tiada henti, Vourhas pun hanya bisa berdiri dan membelakangi kamera sembari membersihkan pecahan telur dan sisa yoghurt yang menempel pada jasnya. Sedangkan sang narasumber yang tidak disebutkan namanya berhasil kabur dan meninggalkan studio.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami diserang dengan telur dan yoghurt karena menurut mereka, kami telah mengundang perwakilan Golden Dawn ke acara bincang-bincang kami, Kamis lalu," terang Vourhas kepada pemirsa Epirors TV beberapa saat setelah insiden pelemparan tersebut, seperti dilansir oleh mirror.co.uk, Senin (9/4/2012).
Golden Dawn dikenal sebagai organisasi anti-imigran yang memiliki target untuk meraih 5 persen suara dalam pemilu yang digelar bulan depan.
(nvc/ita)










































