Otoritas Malaysia tiba-tiba membatalkan pertunjukan balet dari Singapura. Pembatalan mendadak itu disebut-sebut terkait dengan kostum yang dipakai para penari.
Bilqis Hijjas, presiden kelompok seni Malaysia, MyDance Alliance mengatakan, rombongan penari balet dari Singapore Dance Theatre tersebut ditolak permohonan visanya. Alasannya, karena kostum mereka terlalu vulgar. Mereka tadinya dijadwalkan tampil di Malaysia pada akhir pekan ini.
Para pejabat Kementerian Informasi Malaysia belum bisa dimintai komentarnya mengenai hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada beberapa spekulasi tentang alasan pembatalan namun saya benar-benar tidak tahu mengapa persetujuan tak diberikan... Tak mungkin ada masalah kostum atau konten karena pertunjukan ini sangat terhormat," kata Schergen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (5/4/2012).
Dikatakan Bilqis, kelompok balet Singapura itu tadinya dijadwalkan menampilkan sejumlah karya balet klasik termasuk "The Nutcracker". Para penari wanita akan menggunakan kostum rok panjang kecuali saat membawakan "The Nutcracker" di mana para penari akan mengenakan rok tutu mini dan celana ketat.
Bilqis pun menyebut pembatalan tersebut "disesalkan". Dia mengingatkan langkah ini akan membuat Malaysia tampak sebagai tuan rumah yang tak bisa dipercaya untuk pertunjukan budaya sehingga akan membuat kabur para investor seni asing.
Bilqis juga meminta otoritas Malaysia untuk bersikap konsisten. Sebabnya, pertunjukan balet dengan celana ketat sebelumnya telah kerap kali disetujui.
Pada Februari lalu, otoritas Malaysia juga mendadak membatalkan konser penyanyi wanita Amerika, Erykah Badu setelah foto tato di tubuhnya yang bertuliskan "Allah" dimuat surat kabar Malaysia, The Star.
(ita/nrl)











































