Badai ini bergerak cepat ke wilayah timur dan saat ini mengancam wilayah utara Pulau Honshu dan juga sebagian besar wilayah utara Pulau Hokkaido. Akibat terjangan badai itu, sistem transportasi pun terkendala.
Di Pulau Sado yang ada di bagian barat laut Pulau Honshu, angin bertiup dengan kecepatan hingga 156 km per jam. Demikian seperti disampaikan oleh kepolisian setempat dan dilansir oleh AFP, Rabu (4/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua korban tewas, yakni seorang kakek berusia 96 tahun tewas akibat terjatuh dari atap rumah tiga lantai di Iwate, akibat angin kencang dan seorang wanita berusia 28 tahun yang tewas akibat tertimpa pohon tumbang di Miyagi, ketika sedang membawa anjingnya jalan-jalan.
Akibat badai ini, aliran listrik untuk 132 ribu rumah warga di wilayah Tohoku, terputus. Selain itu, sistem transportasi umum juga terganggu, di mana pada Selasa (3/4) kemarin, sebanyak 600 penerbangan domestik terpaksa dibatalkan.
Sedangkan untuk hari ini, sudah ada 72 penerbangan yang terpaksa dibatalkan mengacu pada kondisi cuaca yang masih buruk. Akibatnya, sekitar 6 ribu penumpang telantar. Layanan kereta komuter dan kereta peluru shinkansen pun ikut terhambat akibat badai ini.
Badai ini juga mengganggu suplai listrik untuk pembangkit listrik tenaga nuklir di Onagawa, Prefektur Miyagi. Akibat listrik terhenti, sistem pendingin nuklir pun sempat mati. Untungnya hal tersebut hanya berlangsung singkat karena sekitar 20 menit kemudian sistem pendingin kembali bekerja.
"Tidak ada masalah apapun," tegas juru bicara operator Tohoku-Electric Power Co.
(nvc/vit)











































