Kamiran Salaheddin (34), yang merupakan presenter berita pada Salaheddin Channel, tewas akibat ledakan bom yang ditempelkan pada mobilnya. Saat itu, Kamiran dalam perjalanan pulang kerja pada Senin (2/4) malam waktu setempat.
Demikian seperti disampaikan oleh juru bicara otoritas setempat, Jamal al-Dulaimi, kepada AFP, Selasa (3/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang bertanggung jawab di balik ledakan bom ini.
Menurut laporan organisasi pengawas media, Reporters Without Borders' (RSF) 2011-2012 World Press Freedom Index, Irak berada di posisi 152 dari total 179 negara, untuk kategori kekerasan terhadap jurnalis.
Dalam laporan tersebut, tercatat bahwa tindak pembunuhan terhadap jurnalis di Irak cenderung meningkat. Kemudian disebutkan juga bahwa jurnalis seringkali menjadi target kekerasan oleh tentara keamanan, baik saat meliput unjuk rasa di Tahrir Square, Baghdad, ataupun di wilayah Kurdistan.
(nvc/vit)











































