Pria berumur 22 tahun itu, Ahmad Ismail Hassan terkena tembakan di bagian perutnya. Saat itu pria-pria berpakaian sipil menembaki para demonstran yang menuntut demokrasi dan berakhirnya kediktatoran di Bahrain.
Demikian disampaikan kepompok oposisi utama Syiah, Al-Wefaq seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (31/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kementerian Dalam Negeri Bahrain, hasil autopsi menunjukkan bahwa peluru tersebut tidak berasal dari pasukan Bahrain. "Hasil awal penyelidikan tidak membuat kami bisa mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab atas tembakan tersebut," demikian statemen kementerian.
Pekan lalu, Al-Wefaq mencetuskan, seorang pria dan seorang wanita demonstran tewas akibat sesak nafas setelah granat gas air mata dilepaskan pasukan Bahrain saat membubarkan aksi demo di desa-desa Syiah.
Aparat kepolisian Bahrain hingga kini masih kerap terlibat bentrokan dengan para demonstran yang turun ke jalan-jalan di desa-desa Syiah. Para demonstran gigih menuntut perubahan demokrasi di kerajaan Teluk yang dipimpin Sunni tersebut.
(ita/ita)











































