Matthew Rosevear ditangkap pada Desember 2011 lalu setelah polisi mendatangi rumahnya dan menemukan gadis tersebut bersembunyi di dalam lemari. Saat itu, gadis tersebut mengenakan piyama guru SMA tersebut. Demikian diberitakan harian lokal The Mercury dan dilansir News.com.au, Sabtu (31/3/2012).
Dalam persidangan di pengadilan Hobart, Tasmania, Australia, kemarin, Rosevear mengaku bersalah atas dakwaan menjalin hubungan seks dengan gadis di bawah umur. Di persidangan terungkap bahwa Rosevear awalnya menjalin persahabatan dengan pelajar SMA tersebut tahun lalu. Mereka intens berhubungan lewat Facebook. Hubungan tersebut kemudian berkembang semakin jauh dan keduanya mulai saling berkirim SMS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun seorang kolega Rosevear melihat keduanya berciuman di mobilnya dekat sekolah mereka, Ogilvie High School. Dia pun melapor ke polisi.
Rosevear awalnya membantah telah melakukan hubungan seks dengan gadis tersebut. Namun belakangan pak guru itu mengaku telah empat kali berhubungan seks sebelum penangkapan dirinya pada 5 Desember 2011 lalu.
Affair ini telah menyebabkan Rosevear kehilangan pekerjaannya sebagai guru. Pria itu juga bercerai dari sang istri yang telah memberinya tiga anak perempuan.
Menurut Craig Rainbird, pengacara Rosevear, kliennya itu sangat menyesali perbuatannya. Dikatakan Rainbird, kehidupan kliennya kini telah hancur.
"Dia menyesalkan rasa malu yang telah ditimbulkannya pada kolega dan bekas sekolahnya," kata Rainbird. "Dia sangat menyesali kepedihan, kesedihan dan kekacauan atas perbuatannya terhadap tiga putri-putrinya," tandasnya.
(ita/ita)











































