"Perjuangan untuk menggulingkan pemerintah telah berakhir, dan perjuangan untuk memperkuat stabilitas dan melangkah menuju Suriah yang baru telah dimulai," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah Jihad Makdisi seperti dikutip kantor berita resmi SANA dan dilansir AFP, Sabtu (31/3/2012).
Ditandaskannya, fokus pemerintahan Assad juga untuk menggalang visi-visi dalam proses reformasi serta untuk mencegah mereka yang mencoba menyabotase reformasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keberadaan militer Arab Suriah di kota-kota Suriah adalah untuk tujuan pertahanan guna melindungi warga sipil," tegas Makdisi. "Begitu perdamaian dan keamanan tercipta, militer akan ditarik," imbuhnya.
Hal ini disampaikan menyusul kesediaan pemerintah Suriah menerima rencana damai yang disampaikan mantan sekjen PBB, Kofi Annan. Mantan pemimpin dunia itu pada Jumat, 30 Maret menyerukan gencatan senjata segera di Suriah.
Sementara menurut para pengawas, setidaknya 39 orang tewas di sejumlah daerah di Suriah kemarin dalam operasi pasukan Suriah terhadap para pemberontak.
Menurut PBB, lebih dari 9 ribu orang telah tewas selama operasi yang dimulai sejak aksi demo besar-besaran di Suriah yang telah berlangsung setahun ini. Dalam aksinya, para demonstran menuntut pengunduran diri Assad. Namun Assad bersikeras untuk terus memimpin negara tersebut.
(ita/ita)











































