Kepulauan Cocos merupakan kepulauan terpencil yang terletak di sebelah barat Samudera Hindia atau di sekitar selatan Indonesia. Wilayah itu berjarak sekitar 3.000 km sebelah barat daratan Australia dan sebelah selatan Pulau Sumatra, Indonesia.
Surat kabar AS, Washington Post memberitakan, Kepulauan Cocos merupakan tempat ideal bukan cuma bagi pesawat pengintai berawak AS namun juga untuk Global Hawks, yang dikenal sebagai pesawat pengintai tanpa awak paling canggih di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah negara seperti China, Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam dan Taiwan selama ini bersitegang mengklaim batas maritim di Laut China Selatan.
"Pesawat yang ditempatkan di Cocos akan berada dalam posisi bagus untuk melancarkan penerbangan mata-mata di atas wilayah Laut China Selatan," demikian diberitakan Washington Post mengutip pejabat-pejabat AS.
Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard membenarkan bahwa pemerintahnya tengah melakukan pembahasan dengan AS mengenai keinginan AS tersebut. Dikatakan Gillard, dia tak ingin banyak berkomentar mengenai rencana yang masih dalam pembahasan tersebut.
"Saya tak akan mengatakan mungkin atau tidak mungkin mengenai sesuatu yang sedang dibahas di tingkat pejabat," tutur Gillard seperti dilansir Sky News, Kamis (29/3/2012).
Belum lama ini, Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith menyampaikan tentang keinginan AS untuk menggunakan Cocos sebagai pangkalan pesawat pengintainya. Namun dikatakan Smith, rencana tersebut merupakan opsi untuk jangka waktu lama, atau dengan kata lain, tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini.
Nantinya jika benar terlaksana, Cocos akan menjadi pengganti pangkalan AS di Samudera Hindia saat ini, Pulau Diego Garcia milik Inggris yang selama ini disewa AS dari Inggris.
(ita/nrl)










































