Depresi Usai Diperkosa, Putri Jutawan Inggris Terlibat Penjarahan

Depresi Usai Diperkosa, Putri Jutawan Inggris Terlibat Penjarahan

- detikNews
Selasa, 27 Mar 2012 15:55 WIB
Depresi Usai Diperkosa, Putri Jutawan Inggris Terlibat Penjarahan
London, - Seorang putri jutawan Inggris, Laura Johnson, menjalani persidangan terkait kasus kerusuhan dan penjarahan besar-besaran di London, Inggris tahun 2011 lalu. Wanita berumur 20 tahun itu mengklaim terpaksa terlibat dalam penjarahan karena depresi usai peristiwa pemerkosaan yang dialaminya sebelum kerusuhan London itu.

Di persidangan, Laura Johnson mengaku dirinya sangat depresi akibat cobaan yang dialaminya tersebut. Gadis itu juga mengaku sering menyiksa diri sendiri sejak usia 14 tahun dan bahkan telah enam kali mencoba bunuh diri sejak kekasihnya memutuskan hubungan dengannya tahun 2011 lalu.

Laura mengakui dirinya sempat menjadi pasien di rumah sakit jiwa. Hingga pada 14 Juli 2011 lalu, dia diperkosa oleh 2 pria.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya diperkosa oleh 2 pria. Saya tidak bicara dengan siapapun saat itu. Kesehatan mentalku dalam kondisi terburuk. Saya sangat membenci hidup saya dan diri saya," tutur Laura dalam persidangan seperti dilansir oleh Daily Mail, Selasa (27/3/2012).

Rasa depresinya yang berakumulasi ini akhirnya menggiringnya untuk dekat dengan seorang pengedar narkoba dan perampok bernama Emmanuel Okubote alias T-Man. Pria inilah yang kemudian memaksa Laura untuk mengantarkan pria tersebut bersama teman-temannya ke lokasi kerusuhan dan melakukan penjarahan. Laura mengaku terpaksa menuruti T-Man karena saat itu dirinya diancam dengan senjata serta dicekik.

Namun Pengadilan Tinggi London tidak langsung mempercayai alasan-alasan Laura ini, terlebih soal alasan pemerkosaan. Sebabnya, Laura sama sekali tidak pernah melaporkan pemerkosaan yang dialaminya kepada polisi. Dicurigai bahwa itu hanya alasan-alasan belaka yang sengaja diucapkannya.

Di persidangan terungkap, Laura yang merupakan mahasiswi Universitas Exeter ini menjadi kian akrab dan mengagumi T-Man karena pria tersebut mampu memberinya dukungan dan kasih sayang. Laura menceritakan seluruh masalahnya, baik soal mantan kekasih hingga soal pemerkosaannya kepada T-Man.

"Dia mendorong saya untuk kembali ke kampus, pergi ke perpustakaan dan mengerjakan tugas-tugas saya. Dia berusaha untuk memberikan pengaruh positif," tutur Laura soal T-Man.

Namun pada malam kerusuhan, Laura mengaku kaget dengan perangai T-Man yang menjadi kasar. Laura dipaksa untuk mengemudikan mobilnya yang juga ditumpangi oleh 3 teman T-Man menuju lokasi kerusuhan dan penjarahan. Laura mengaku tidak bisa melawan karena dirinya diancam dengan pisau dan juga dicekik.

Laura membantah dirinya ikut melakukan penjarahan maupun pencurian sejumlah barang saat itu. Dia mengaku dirinya hanya mengemudikan mobil yang membawa para penjarah dan saat itu dirinya di bawah tekanan. Persidangan pun berlanjut.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads