Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (26/3/2012) mengingatkan, Korut tak akan mendapatkan apapun dengan tindakannya itu dan akan semakin terisolasi jika melanjutkan rencananya itu.
"Korut tak akan mendapatkan apapun dengan ancaman atau provokasi tersebut," kata Obama saat konferensi pers di Seoul, Korea Selatan (Korsel) menjelang pertemuan tingkat tinggi tentang keamanan nuklir.
Hal itu disampaikan Obama usai pertemuan dengan Presiden Korsel Lee Myung-bak. Dalam konferensi pers tersebut, baik Obama maupun Lee mengingatkan adanya konsekuensi jika Korut benar-benar melakukan peluncuran roket, yang menurut Korut untuk keperluan pengiriman satelit luar angkasa pada April mendatang.
Obama bahkan mengatakan, langkah tersebut akan membahayakan kesepakatan tentang kelanjutan program pangan AS bagi Korut.
"Perilaku buruk tak akan dihargai," tegas Obama.
Sebelumnya, pemerintah Korut menyatakan akan meluncurkan satelit ke luar angkasa dengan roket jarak jauh pada 15 April mendatang, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran pendiri Korut, Kim Il-sung. Korut menegaskan, peluncuran tersebut sebagai bagian dari program antariksa yang damai.
Namun pemerintah AS mengecam rencana Korut tersebut dan menganggap peluncuran roket tersebut sebagai uji coba rudal balistik. AS menyebut hal itu sebagai pelanggaran tanggung jawab Korut terhadap dunia internasional. Jepang dan Korsel juga telah mengecam rencana Korut tersebut.
(ita/nrl)











































