Otoritas setempat melaporkan, belum ada korban jiwa maupun kerusakan berarti akibat gempa ini. Namun Badan Bencana Nasional menuturkan, seorang warga mengalami luka-luka saat kecelakaan mobil yang terjadi akibat gempa ini di wilayah Bio Bio.
"Untuk saat ini, kami belum menerima adanya laporan korban tewas. Ada sejumlah laporan warga terluka, mereka tertimpa dinding yang roboh," ujar Menteri Dalam Negeri Chili, Rodrigo Hinzpeter seperti dilansir oleh AFP, Senin (26/3/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa ini sempat berdampak pada putusnya aliran listrik dan telepon di sekitar wilayah Talca, yang terletak sekitar 300 km dari Santiago, ibukota Chili.
Bangunan-bangunan bertingkat di Santiago pun dilaporkan bergoyang. Hal ini membuat warga yang tengah berada di dalam gedung, seperti pusat perbelanjaan, supermarket dan stadion olahraga menjadi panik.
Dilaporkan terdapat sejumlah warga Santiago yang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan interior gereja. "Kami sedang ada kebaktian bersama ketika reruntuhan mulai jatuh. Warga mulai takut dan berlarian ke luar," ujar salah seorang pendeta setempat.
USGS awalnya menyatakan gempa berkekuatan 7,2 SR, namun kemudian diralat menjadi 7,1 SR. Kedalaman gempa berada pada 30 km dari permukaan laut.
Meskipun USGS menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun Badan Bencana Nasional Chili atau yang biasa disebut ONEMI sempat mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk di wilayah pantai karena takut muncul tsunami. Namun belakangan, perintah evakuasi ini dicabut ketika ahli kelautan menegaskan tidak ada kemungkinan tsunami.
Pada tahun 2010, ONEMI mendapat kritikan dan cacian tajam dari warga setempat karena tidak mengeluarkan peringatan tsunami menyusul gempa 8,8 SR yang menewaskan lebih dari 500 orang ketika itu.
(ita/ita)










































