"Dengan 87,8 persen dari suara yang sudah dihitung, hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,45 persen pemilih menolak RUU keluarga baru yang diusulkan, sementara 43,55 persen mendukungnya," ujar komisi pemilihan seperti dikutip dari AFP, Senin (26/3/2012).
Menurut hukum Slovenia, jika RUU ditolak dalam referendum maka tidak bisa dilanjutkan ke parlemen untuk disetujui selama 12 bulan berikutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdana Menteri dari Partai Demokrat Slovenia, Janez Jansa, turut menolak pelaksanaan RUU keluarga tersebut.
Di dalam RUU tersebut, pasangan homoseksual dapat mendaftarkan hubungan mereka dan mencapai status hukum yang sama dengan pernikahan, termasuk isu-isu seperti kepemilikan properti, warisan, dan rumah sakit.
Satu-satunya yang tidak disebutkan adalah masalah adopsi. Di dalam RUU tersebut, pasangan normal bisa mengadopsi anak, namun pasangan gay tidak bisa bersama-sama mengadopsi anak.
(vid/nvc)










































