Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Jepang seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (21/3/2012).
"Kami telah memutuskan untuk menutup sementara Kedubes Jepang di Suriah mulai hari ini dikarenakan memburuknya kondisi keselamatan publik di Suriah, termasuk ibukota Damaskus," demikian pernyataan kementerian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban jiwa terus berjatuhan akibat pergolakan di Suriah. Pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok oposisi dilaporkan terjadi di Damaskus pada Selasa, 20 Maret waktu setempat. Menurut kelompok HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, bentrokan juga terjadi di daerah lain yang menewaskan sedikitnya 30 orang, nyaris semuanya warga sipil.
Pergolakan di Suriah tersebut telah berlangsung setahun dan menurut aktivis oposisi, telah merenggut lebih dari 9 ribu jiwa. Kelompok-kelompok oposisi bersikeras menuntut pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad.
(ita/nrl)











































