Sebagian besar warga Palestina tersebut tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza. Sedangkan sebagian lagi tewas dalam serangan Israel di Tepi Barat dan wilayah al-Quds atau Yerusalem bagian timur.
"Gambarannya kejam, bukan karena peristiwa-peristiwa dramatis atau situasi memburuk yang tiba-tiba, tapi tepatnya karena rutinitas," demikian disampaikan kelompok HAM, B'Tselem dalam laporannya seperti dilansir PressTV, Rabu (21/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak tahun 1967, Israel menduduki wilayah Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, al-Quds bagian timur, dan Jalur Gaza. Pedudukan ini memicu pertempuran sengit antara kedua negara. B'Tselem menyebut bahwa pendudukan Israel yang tak kunjung berakhir tersebut semakin menambah panjang daftar pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Israel sendiri.
"Pelanggaran HAM melekat dalam pendudukan militer, dan pendudukan Israel yang berlarut-larut hanya memperparah pelanggaran HAM yang terjadi," jelas organisasi tersebut.
Laporan B'Tselem pada tahun 2010 menunjukkan bahwa total ada 68 warga Palestina yang tewas di tangan militer Israel.
(nvc/ita)











































