50 Nyawa Melayang Akibat Rentetan Serangan di Irak

50 Nyawa Melayang Akibat Rentetan Serangan di Irak

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 21 Mar 2012 09:50 WIB
50 Nyawa Melayang Akibat Rentetan Serangan di Irak
Baghdad, - Korban tewas akibat serangkaian serangan bom maupun penembakan di Irak terus bertambah. Sejauh ini dilaporkan sedikitnya 50 orang tewas dan 255 orang luka-luka dalam rentetan insiden tersebut.

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim serangan-serangan tersebut. Namun otoritas setempat mencurigai bahwa dalang di balik serangan ini adalah Al-Qaeda. Pada Selasa (20/3) kemarin, serangkaian serangan bom dan penembakan mengguncang 18 kota di Irak. Serangan paling parah terjadi di Kota Kirkuk dan Karbala, di mana total 26 orang tewas.

"Kami kehilangan segalanya. Tidak ada satu pun kolegaku yang selamat, mereka semua tewas terbunuh. Saya tidak akan pernah bisa melupakan teriakan mereka sepanjang hidup saya," tutur warga setempat, Mohammed Sobheh, yang juga seorang polisi di Kirkuk, seperti dilansir oleh AFP, Rabu (21/3/2012). Dia menderita luka-luka dalam serangan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Kirkuk, seorang pembom bunuh diri yang mengendarai mobil, meledakkan diri di dekat sebuah kantor polisi. Ledakan ini menewaskan 13 orang dan melukai 60 orang lainnya. Sebagian besar korban tewas merupakan polisi. Beberapa menit kemudian, muncul serangan bom mobil di lokasi yang sama dan merusak puluhan mobil polisi.

Di wilayah Karbala, dua bom pinggir jalan menewaskan 13 orang dan melukai 48 orang lainnya.

Di wilayah pusat kota Baghdad, sebuah bom mobil meledakkan di pusat kota dan menewaskan 5 orang dan melukai 28 orang lainnya. Kemudian, sebuah serangan bersenjata terjadi di sebuah gereja dan menewaskan 3 orang polisi. Beberapa jam setelah insiden tersebut, sebuah bom mobil meledak di tempat parkir kompleks Kementerian Luar Negeri. Bom ini menewaskan 3 orang dan melukai 9 orang lainnya.

Serangan bom di Kota Hilla, Ramadi, dan Baquba, menewaskan 5 orang dan melukai 44 orang lainnya. Kemudian sebuah bom pinggir jalan ditujukan kepada Gubernur Provinsi Anbar, Ramadi. Bom ini menewaskan satu orang dan melukai 8 orang lainnya, termasuk sang gubernur.

Lalu, serangan bom dan penembakan di Provinsi Salaheddin, menewaskan 6 orang dan melukai 16 orang lainnya. Pihak kepolisian setempat berhasil menjinakkan 6 mobil mobil.

Menyusul rentetan serangan ini, otoritas Irak pun menyatakan hari libur nasional selama seminggu, sejak 25 Maret hingga 1 April. Apalagi serangan-serangan ini terjadi beberapa hari menjelang digelarnya KTT Arab, sehingga pemerintah pun berusaha keras meningkatkan keamanan ibukota Baghdad.

Rangkaian pengeboman yang terjadi pada Selasa (20/3) tersebut merupakan yang paling mematikan di Irak sejak 23 Februari lalu. Saat itu, 42 orang tewas dalam serangkaian serangan bom yang diklaim oleh kelompok Al-Qaeda.

(nvc/ita)


Berita Terkait