"Kami telah meningkatkan pengamanan," kata juru bicara Departemen Kepolisian New York seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/3/2012). Namun dia menolak menjelaskan secara rinci. "Alasannya adalah peristiwa-peristiwa terbaru di luar negeri," tandasnya.
Juru bicara tersebut tidak menjelaskan di mana saja pasukan ekstra tersebut akan ditempatkan dan sampai berapa lama. "Anda akan melihat peningkatan keberadaan (pasukan) di sejumlah daerah," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Senin, 19 Maret lalu, seorang pria pengendara motor melepas tembakan di depan sebuah sekolah Yahudi di Toulouse, Prancis. Tiga anak-anak dan seorang guru berumur 30 tahun tewas dalam insiden tersebut.
Otoritas Prancis meyakini, pelaku penembakan itu adalah orang yang sama dalam dua insiden penembakan sebelumnya di wilayah tersebut. Pria yang hingga kini terus diburu itu, pekan lalu menembak mati 3 tentara Prancis dalam dua insiden bebeda.
Insiden penembakan pertama terjadi pada 11 Maret lalu ketika seorang pria bersenjata yang menaiki motor menembak mati seorang prajurit berpakaian sipil di Kota Toulouse. Kemudian pada 15 Maret, seorang pria berkendara motor menembak mati dua tentara Prancis, kali ini berseragam, di Kota Montauban, berjarak sekitar 46 kilometer dari Kota Toulouse. Operasi perburuan secara besar-besaran terus dilancarkan untuk menangkap pembunuh berantai misterius tersebut.
(ita/vta)











































