Prancis Buru Pria Berkendara Motor Penebar Maut

Prancis Buru Pria Berkendara Motor Penebar Maut

- detikNews
Selasa, 20 Mar 2012 11:55 WIB
Prancis Buru Pria Berkendara Motor Penebar Maut
Paris, - Prancis kembali diguncang aksi penembakan brutal. Motif pelaku penembakan di sekolah Yahudi di Kota Toulouse tersebut hingga kini masih misterius.

Namun otoritas Prancis seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/3/2012) meyakini, pelaku yang berkendara motor tersebut adalah orang yang sama dalam dua insiden penembakan sebelumnya di wilayah tersebut. Pria yang hingga kini terus diburu itu, pekan lalu menembak mati 3 tentara Prancis dalam dua insiden bebeda.

Insiden penembakan pertama terjadi pada 11 Maret lalu ketika seorang pria bersenjata yang menaiki motor menembak mati seorang prajurit berpakaian sipil di Kota Toulouse. Kemudian pada 15 Maret, seorang pria berkendara motor menembak mati dua tentara Prancis, kali ini berseragam, di Kota Montauban, berjarak sekitar 46 kilometer dari Kota Toulouse.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu pada Senin, 19 Maret kemarin, motor yang sama digunakan pelaku dalam aksi penembakan brutal di depan sekolah Yahudi, Ozar Hatorah, juga di Kota Toulouse. Tiga anak-anak dan seorang guru berumur 30 tahun tewas dalam peristiwa itu.

Otoritas Prancis telah mengaitkan penembakan di sekolah Yahudi tersebut dengan penembakan ketiga tentara sebelumnya. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa seorang pembunuh berantai berkeliaran di wilayah tersebut.

Kepolisian Prancis menyatakan, ketiga serangan itu dilakukan seorang pengendara motor Yamaha T-MAX 500cc. Pelaku juga menggunakan senjata api kaliber 45.

Seluruh korban ketiga serangan itu juga berasal dari etnis minoritas di Prancis. Para korban penembakan di sekolah kemarin adalah Yahudi sementara ketiga tentara yang tewas merupakan keturunan Afrika Utara. Seorang lagi tentara yang juga menjadi korban penembakan dan saat ini masih dalam kondisi koma merupakan keturunan Karibia.

Menurut pakar kriminalitas Stephane Bourgoin, jika pelaku tak segera ditangkap, dia pasti akan beraksi lagi.

"Jika dia tidak dihentikan, dia akan melakukannya lagi, itu pasti. Namun pembunuh jenis ini sulit ditemukan karena dia tak punya kaitan dengan korban-korbannya," kata Bourgoin.

Atas insiden ini, pengamanan di Prancis pun ditingkatkan. Operasi perburuan besar-besaran pun dilancarkan untuk menemukan pria pengendara motor penebar maut tersebut.
(ita/vta)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads