Belum lama ini Pemprov Gorontalo mengeluarkan imbauan agar para PNS mentransfer gaji mereka ke rekening istri. Imbauan tersebut ternyata menuai komentar sebagian warga Malaysia. Mereka menolak keras imbauan tersebut dan berharap hal tersebut tidak akan terjadi di Malaysia.
"Saya layak mendapatkan uang itu, bukan istri saya," cetus C.K. Hor, seorang warga Petaling Jaya, Malaysia seperti dilansir harian The Star, Senin (19/3/2012).
"Hidup di abad jenis apa kita ini jika istri saya menguasai sepenuhnya uang saya? Saya akan menentangnya karena ini masalah prinsip," imbuh pria yang telah menikah dan memiliki dua anak itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut warga Malaysia lainnya, Chan Siew Mei, cara tersebut tak akan menghentikan kaum pria untuk berlaku macam-macam.
"Kenyataannya, beberapa suami begitu lihai dengan ucapan-ucapan mereka sehingga mereka bisa mempesona kaum wanita bukan karena uang mereka," cetus wanita berumur 51 tahun itu.
Meski begitu, pemerintah Malaysia pernah mengadopsi langkah serupa. Pada Oktober 2009, pemerintah Malaysia mengeluarkan aturan bahwa 10 persen gaji suami di Angkatan Bersenjata akan dimasukkan ke rekening bank istri.
Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi ketika itu mengatakan, uang tersebut hanya akan dimasukkan ke rekening istri pertama (bagi mereka yang memiliki lebih dari 1 istri). Alasannya, kementerian telah menerima laporan para perwira yang ikut serta dalam judi dan aktivitas lainnya sehingga mengurangi pemasukan untuk keluarga. (ita/)










































