Bahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Ali Akbar Salehi mengejek Israel sebagai negara paling lemah di dunia yang tak akan mampu bertahan dalam perang meski hanya berlangsung sepekan.
"Pertama-tama kami menganggap semua ancaman kecil itu serius, meskipun ancaman itu datang dari negara paling lemah di dunia," cetus Salehi dalam wawancara dengan stasiun televisi Denmark, TV2 seperti dilansir Press TV, Sabtu (17/3/2012).
Dikatakan pejabat tinggi Iran itu, pemerintah Iran tidak menganggap ancaman-ancaman Israel sebagai ancaman nyata. "Apa itu Israel? Itu kumpulan yang begitu kecil yang tak mampu bertahan dalam perang sesungguhnya selama sepekan, tidak dalam satu pekan," tandas Salehi.
Ditegaskan Menlu Iran itu, jika Israel benar-benar memutuskan untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, maka Iran akan membalas dengan kekuatan penuh.
"Jika Israel membuat kesalahan itu (menyerang fasilitas nuklir Iran), itu akan menjadi waktu bagi berakhirnya Israel. Mereka sangat tahu soal itu," cetus Salehi.
"Kami tidak menganggap Israel sebuah negara. Israel adalah kumpulan, perluasan pengaruh AS di Timur Tengah jadi ancaman sesungguhnya adalah Amerika Serikat," imbuh Salehi.
Pemerintah Israel, AS dan negara-negara Uni Eropa mencurigai Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun Teheran berulang kali membantahnya. Ditegaskan Iran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
(ita/ita)











































