Dikutip dari Reuters pada Jumat (16/3/2012), peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta, akan berhadapan dengan 11 calon lainnya.
Horta dinilai memainkan peran kecil dalam kebijakan namun sangat penting dalam memproyeksikan stabilitas di Timor Timur sejak 2002. Ramos Horta yang selamat dari upaya pembunuhan pada 2008, telah berupaya keras untuk melahirkan solusi damai bagi konflik Timor Timur. Dia pun memainkan peran kunci dalam gerakan kemerdekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika saya terpilih untuk masa jabatan kedua saya, saya akan melanjutkan keberhasilan dari apa yang telah dicapai sekarang, yakni perdamaian," kata Horta di Maliana, barat daya ibukota Dili, pada Rabu (14/3) lalu.
Saat kampanye panjang demi berdirinya negara Timor Leste, Horta tinggal di pengasingan. Secara de facto dia menjadi Menteri Luar Negeri yang menggalang dukungan internasional demi kemerdekaan Timor Leste.
Salah satu saingan utama Horta dalam pemilu presiden ini adalah mantan kepala militer dan pemimpin gerilya, Jose Maria de Vasconcelos. Jose Maria juga dikenal sebagai Taur Matan Ruak.
"Saya berjuang selama 24 tahun dengan (mantan pemimpin gerilya dan Perdana Menteri) Xanana Gusmao dan rakyat untuk kemerdekaan Timor Timur," kata Matan Ruak dalam pidatonya.
"Sepuluh tahun setelah kemerdekaan, masyarakat masih miskin dan ini menjadi tanggung jawab saya untuk menjadi presiden dan membawa harapan bagi semua warga negara," imbuhnya.
Para analis mengatakan saingan lain yang berkesempatan maju dalam putaran kedua 9 Medi mendatang adalah Francisco Guterres dari Partai Fretilin. Guterres memenangkan suara terbanyak dalam jajak pendapat parlemen pada tahun 2007. Calon kuat lainnya adalah Fernando de Araujo dari Partai Demokrat.
Kampanye presiden secara resmi berakhir pada Rabu lalu. Dalam kampanye para kandidat bersaing memproyeksikan pesan perdamaian dan stabilitas bagi negara muda itu. Menjalang pemilu presiden, aneka poster dukungan menghiasi tiap sudut Timor Leste.
Kampanye damai di Timor Leste dinilai sebuah prestasi. Demikian pendapat Cillian Nolan, pakar Asia Tenggara dari International Crisis Group.
"Pemilihan ini bagi orang Timor Leste adalah sebuah latihan untuk lebih mengembangkan percaya diri, karena negara ini akan memproyeksikan image-nya ke dunia luar," kata Nolan kepada Reuters.
Timor Leste adalah negara termiskin di Asia tetapi memiliki cadangan gas alam lepas pantaiyang luas. Kebanyakan kandidat mengusung isu ekonomi sebagai topik kampanye. Karena menurut laporan Bank Dunia, 41 persen dari 1,2 juta orang Timor Leste hidup di bawah USD 0,88 sehari. Selain itu masalah kekurangan gizi dan kesehatan masyarakat juga patut mendapat perhatian.
(vit/vit)











































