Dr Fawaz Akhras merupakan ayah dari Asma, istri Presiden Assad. Saran maupun nasihat yang diberikan Akhras kepada menantunya tersebut tertuang dalam salah satu dari 3.000 dokumen email pribadi Assad yang diretas dan dibocorkan ke publik oleh pihak oposisi Suriah.
Dalam sejumlah emailnya kepada Assad, dokter ahli jantung ini sering menyampaikan dukungan moral kepada menantunya. Akhras juga sering memberikan bimbingan atau kiat-kiat soal bagaimana berbicara kepada publik dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhras juga menambahkan pada emailnya tersebut, yakni semoga tayangan dokumenter tersebut bisa membantu Assad dalam menyusun tanggapan terhadap kedutaan-kedutaan asing di Suriah. Lalu masih pada bulan yang sama, pria berusia 66 tahun ini mengirimkan daftar 13 cara untuk menyanggah kritikan pihak internasional serta bagaimana caranya mengalihkan perdebatan.
"Untuk mengarahkan argumen atau diskusi kepada topik yang lain," demikian sepenggal isi email Akhras kepada Assad, seperti diberitakan London Daily dan dilansir oleh Reuters, Jumat (16/3/2012).
Dalam emailnya, Akhras juga menuding Inggris telah melakukan apa yang disebut sebagai 'kebijakan distorsi fakta' soal kondisi Suriah yang sebenarnya. Negara-negara Barat dan negara Eropa dinilai terlalu melebih-lebihkan apa yang terjadi di Suriah.
Sekitar 3 ribu dokumen surat elektronik didapatkan pihak oposisi Suriah dengan cara meretasnya pada sekitar bulan Juni 2011 hingga awal Februari 2012. Bocoran email tersebut kemudian dikirimkan kelompok oposisi Suriah kepada media Inggris, Guardian.
Surat-surat elektronik tersebut berasal dari akun milik Assad dan istrinya, Asma, yang menggunakan dua alamat email, yakni sam@alshahba.com dan ak@alshahba.com.
Selain soal saran dari mertua Assad, email yang bocor tersebut juga mengungkap kehidupan dan aktivitas pribadi Presiden Suriah dan istrinya selama unjuk rasa bergejolak di negaranya. Dari salah satu email diketahui bahwa Assad pernah mendapatkan saran dari Iran dalam menangani unjuk rasa menentang rezimnya yang meluas di Suriah.
Yang cukup mengejutkan, email tersebut mengungkap hobi istri Assad, Asma berbelanja online senilai ribuan dolar AS. Barang-barang yang dibeli ibu negara Suriah itu termasuk perhiasan-perhiasan mahal, sepatu, furnitur dan lukisan yang harganya selangit.
(nvc/ita)











































