Pertemuan tersebut akan digelar di Brussels, Belgia, pada Kamis (22/3) dan Jumat (23/3) mendatang. Pertemuan ini juga akan diikuti oleh Menlu Turki, Ahmet Davutoglu, yang telah menyatakan niatnya untuk mendukung penghentian kekerasan militer di Suriah.
"(Pertemuan) Akan fokus pada kemungkinan penutupan kedutaan-kedutaan negara-negara UE di Suriah," tutur dua orang sumber dari kalangan pejabat Uni Eropa kepada kantor berita AFP, Jumat (16/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekerasan militer terhadap warga sipil Suriah telah berlangsung 1 tahun dan menewaskan sekitar 8.000 orang. Namun, Dewan Keamanan (DK) PBB sejauh ini belum berhasil mengeluarkan resolusi tegas terhadap Suriah.
Dua draf resolusi DK PBB ditolak mentah-mentah oleh Rusia dan China, yang merupakan dua negara anggota tetap DK PBB. Kedua negara tersebut memveto draf resolusi PBB dan menyatakan langkah dialog lebih tepat untuk mengatasi krisis kemanusiaan di Suriah.
PBB pun terlihat tak berdaya untuk mencari solusi dalam mengatasi krisis Suriah ini. Yang terbaru, Kamis (14/3) kemarin, PBB menyampaikan rencananya untuk mengirimkan utusannya dalam misi kemanusiaan ke Suriah.
Sebelumnya, enam negara kawasan Teluk Arab telah sepakat untuk menutup kedutaan mereka dan menarik seluruh diplomat beserta stafnya dari Damaskus, Suriah. Tindakan ini dimaksudkan sebagai dorongan kepada dunia internasional dan juga PBB agar mengambil tindakan tegas dan segera guna mengakhiri kekerasan militer yang terus berlanjut di Suriah.
(nvc/ita)











































