Ketiga tentara Prancis tersebut berasal dari unit Parachute Engineering Regiment (RGP) ke-17 yang berbasis di pangkalan militer Mantauban. Ketiganya berusia 28 tahun, 26 tahun dan 24 tahun. Dua tentara tewas seketika, sedangkan seorang tentara sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun akhirnya meninggal dunia.
"Kementerian Pertahanan yakin bahwa sistem peradilan yang berjalan di bawah kewenangan jaksa Prancis, pasti akan mampu mengungkap tindak kejahatan ini sesegera mungkin," ujar Menteri Pertahanan Prancis, Gerard Longuet dalam pernyataannya seperti dilansir oleh Sydney Morning Herald, Jumat (16/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melintasi ketiga tentara Prancis tersebut, lalu melepaskan tembakan ke arah mereka dan tancap gas untuk kabur.
Diduga ketiga tentara tersebut dalam perjalanan pulang ke markas, usai pergi ke bank. Hal ini melihat lokasi kejadian yang dekat dengan pertokoan dan sebuah bank.
Belum diketahui motif penembakan ini. Namun otoritas setempat menyebutkan, pelaku penembakan ini diketahui bertindak seorang diri. Polisi menemukan 15 magasin bekas di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan pengejaran besar-besaran terhadap pelaku. Otoritas setempat menerjunkan banyak personel untuk membantu pencarian pelaku.
(nvc/ita)











































