Keenam negara kawasan Teluk Arab tersebut, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait. Kepala Dewan Kerjasama Teluk, Abdullatif al-Zayani menilai, langkah ini perlu diambil karena rezim Presiden Bashar al-Assad tidak juga menghentikan kekerasan terhadap rakyatnya.
"(Rezim Assad) Membantai rakyatnya, memilih cara kekerasan militer, dan menolak semua inisiatif yang ditawarkan demi menemukan solusi mengatasi krisis," ujar Zayani seperti dilansir oleh AFP, Jumat (16/3/2012).
Zayani juga meminta agar dunia internasional segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan kekerasan di Suriah tersebut. Menurutnya, kekerasan di sana sudah mengarah pada pelanggaran HAM berat.
"Lakukan tindakan tegas dan segera untuk menghentikan pembunuhan dan pembantaian di Suriah serta adanya pelanggaran hak dan martabat rakyat Suriah," tegasnya.
Sebelum pengambilan keputusan kolektif ini, dua negara kawasan Teluk, yakni Arab Saudi dan Bahrain, telah lebih dulu mengumumkan penutupan kedubes mereka di Damaskus. Arab Saudi menutup kedubes dan menarik seluruh diplomat dan stafnya pada Rabu (13/3), sedangkan Bahrain memutuskan menutup kedubesnya pada Kamis (14/3) kemarin.
(nvc/ita)











































