Pria Iran bernama Masoud Sedaghatzadeh (31) tersebut, ditangkap di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada 15 Februari lalu. Dia ditangkap saat hendak terbang ke Iran. Sedaghatzadeh diketahui tiba di Malaysia dengan penerbangan dari Thailand, tepat semalam sebelumnya.
Sedaghatzadeh sendiri telah membantah keterlibatannya dalam insiden pemboman tersebut. Bantahan ini disampaikannya dalam pengadilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Urusan Ekstradisi Kejaksaan Agung Malaysia, Kamal Baharin Omar menuturkan, otoritas Malaysia mengajukan permohonan ekstradisi ini kepada pengadilan atas permintaan resmi Thailand. Keputusannya baru akan keluar beberapa minggu kemudian.
Sidang pun ditunda dan akan dilanjutkan pada 16 April mendatang. Otoritas Malaysia meminta penundaan sidang selama 1 bulan sembari menunggu datangnya bukti-bukti yang mendukung permohonan ekstradisi ini dari otoritas Thailand.
(nvc/ita)











































