Assad menerima saran dari otoritas Iran maupun seseorang yang duduk dalam pemerintahan Iran. Diketahui bahwa sebelum menyampaikan pidatonya kepada publik pada Desember 2011 lalu, konsultan media Assad mempersiapkan daftar panjang soal tema-tema yang akan disampaikan Assad. Hal itu didasarkan saran-saran hasil konsultasi dengan sejumlah orang termasuk penasihat politik dan penasihat untuk Duta Besar (Dubes) Iran.
Dalam email tersebut terlihat bahwa Assad menerima saran dari Iran dalam sejumlah kesempatan selama krisis Suriah. "Konsultasi dengan sejumlah orang ahli lainnya, seperti penasihat politik maupun penasihat media untuk Dubes Iran," demikian isi salah satu email milik Assad, seperti dilansir oleh guardian.co.uk, Kamis (15/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disarankan juga agar Assad sengaja mengungkapkan 'informasi' soal kekuatan militer Suriah untuk meyakinkan publik bahwa rezimnya mampu bertahan menghadapi tantangan militer.
"Bocorkan lebih banyak informasi terkait kemampuan militer," demikian bunyi surat tersebut.
Sekitar 3 ribu dokumen surat elektronik didapatkan pihak oposisi Suriah dengan cara meretasnya pada sekitar bulan Juni 2011 hingga awal Februari 2012. Bocoran email tersebut kemudian dikirimkan kelompok oposisi Suriah kepada media Inggris, Guardian tersebut.
Surat-surat elektronik tersebut dikirimkan oleh Assad dan istrinya, Asma menggunakan dua alamat email, yakni sam@alshahba.com dan ak@alshahba.com.
(nvc/ita)











































