Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam rezim Israel yang melakukan pembantaian dengan mengintensifkan serangan-serangan udara di Jalur Gaza. Menurut Erdogan, Israel tengah melakukan genosida di wilayah Palestina.
"23 Warga Gaza kehilangan nyawa mereka dalam lima hari terakhir, termasuk anak-anak yang sedang dalam perjalanan ke sekolah," cetus Erdogan dalam pidato di parlemen Turki.
Menurut pemimpin Turki itu, Israel kembali melakukan serangan-serangan udara atas rakyat Palestina setelah gagal menghancurkan Gaza dengan mengisolasi wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan pun mendukung perlawanan para pejuang Palestina, yang menurutnya untuk "melindungi hak-hak mereka dan tanah mereka."
"Saya sekali lagi mengulang seruan saya pada Israel untuk menghentikan serangan tidak manusiawinya atas Gaza dan wilayah-wilayah Palestina, dan saya secara khusus meminta warga negara Israel, yang juga korban genosida, untuk menentang upaya-upaya genosida terhadap warga Palestina dan meminta negara mereka untuk mengakhiri terorisme negara," tandas Erdogan.
Sekitar 23 warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita, telah tewas akibat serangan-serangan udara Israel sejak 9 Maret lalu. Puluhan orang lainnya luka-luka dalam rentetan serangan itu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terang-terangan menegaskan bahwa rezim Israel akan terus melancarkan serangan udara atas Gaza selama diperlukan. Pemerintah China, Turki, Iran, Yordania dan Liga Arab telah mengutuk serangan-serangan Israel atas Gaza tersebut. (ita/)










































