Menurut sejumlah saksi mata, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/3/2012), sekitar 400 mahasiswa turun ke jalan-jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa anti-Amerika. Dalam aksinya, para mahasiswa berteriak-teriak "Matilah Amerika, Matilah Obama." Massa juga menyerukan agar tentara AS pembunuh tersebut diadili di depan umum di Afghanistan.
Ini merupakan aksi demo jalanan pertama sejak pembantaian massal pada Minggu, 11 Maret lalu. Bulan lalu, sejumlah daerah di Afghanistan dilanda aksi demo massal untuk memprotes pembakaran Alquran oleh militer AS. Demo tersebut berakhir menjadi kerusuhan yang menewaskan sekitar 40 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jihad satu-satunya cara untuk mengusir agresor Amerika dari Afghanistan," demikian bunyi salah satu banner.
Demo ini terjadi menyusul seruan parlemen Afghan untuk menggelar pengadilan publik atas tentara AS tersebut. Sebelumnya Menteri Pertahanan AS Leon Panetta telah menegaskan bahwa pelaku penembakan brutal tersebut bisa diancam hukuman mati jika terbukti bersalah.
Di antara 16 korban jiwa dalam serangan tersebut, beberapa di antaranya langsung dibakar oleh pelaku. Pemerintah AS telah menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa itu dan berjanji akan menyelidiki hingga tuntas.
(ita/ita)










































