Seperti diberitakan AFP, Minggu (11/3/2012), perdagangan wanita dan anak-anak menjadi masalah serius di China. Pihak aktivis menyalahkan China kebijakan satu anak yang lebih mengutamakan bayi laki-laki.
Kementerian Keamanan Publik mengatakan dalam sebuah laporan yang dimuat di situsnya, bahwa polisi telah menyelamatkan sekitar 8.660 anak-anak dan 15.458 wanita di tahun 2011. Kementerian menambahkan, pemerintah telah mengungkap lebih dari 3.200 kelompok perdagangan manusia pada tahun lalu, termasuk jaringan perdagangan perempuan China ke Angola dan memaksa mereka untuk melacur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, polisi juga menemukan, lebih dari 2.000 anak telah diculik dan dijual untuk diadopsi. Masalah besar yang tejadi di China, di mana pasangan yang tidak dapat hamil atau menginginkan ahli waris laki-laki, dapat mengadopsi anak-anak dari sumber mana pun.
Pada bulan November tahun lalu, misalnya, polisi di Provinsi Shandong membongkar kelompok perdagangan manusia yang membeli bayi dari keluarga miskin dan menjualnya.
Salah satu skandal yang mengejutkan China yaitu pada pada tahun 2007, saat pemerintah menemukan bahwa ribuan orang telah diculik dan dipaksa menjadi tenaga kerja di tambang-tambang
di seluruh China.
(tfq/nrl)











































