Dalam wawancara dengan stasiun televisi CBS dan dilansir kantor berita AFP, Jumat (9/3/2012), Dagan mengatakan, dirinya yakin bahwa rezim Iran merupakan rezim yang sangat rasional. Termasuk Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.
Dagan yakin pemerintah Iran tidak akan terburu-buru untuk memproduksi bom nuklir karena mereka tahu konsekuensinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dagan pun mengingatkan untuk tidak gegabah melancarkan aksi militer atas Iran. "Serangan atas Iran sebelum Anda mengeksplorasi semua pendekatan lain bukanlah cara yang tepat," kata Dagan.
"Dan Presiden Obama mengatakan secara terbuka bahwa opsi militer tetap ada dan dia tak akan membiarkan Iran menjadi negara nuklir. Dan dari pengalaman saya, saya biasanya mempercayai presiden AS," cetus Dagan.
Pemerintahan Obama bersikeras bahwa sanksi-sanksi berat terhadap Iran dan upaya-upaya diplomatik perlu diberikan waktu lebih lama sebelum menempuh aksi militer. Namun para pemimpin Israel mengatakan bahwa waktu sudah semakin mendesak untuk melakukan serangan pendahuluan.
Menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sanksi-sanksi terhadap Iran tidak berhasil dan "tak seorang pun dari kita yang bisa menunggu lebih lama lagi."
Dagan telah pensiun pada Januari 2011 setelah 8 tahun menjadi kepala Mossad. Dia telah berulang kali mengingatkan bahwa serangan militer bisa gagal menghentikan ambisi nuklir Iran namun akan menimbulkan konflik besar di wilayah Timur Tengah.
(ita/nrl)











































