Romney telah memenangi pemilihan di enam negara bagian dari 10 negara bagian dalam 'Super Tuesday' lalu. Namun upaya Romney untuk memenangi nominasi capres Republik masih panjang.
Dikatakan McCain kepada CBS News, Kamis (8/3/2012), semakin lama proses nominasi tersebut, semakin memperburuk peluang partai dalam jangka panjang.
"Semakin lama ini berlangsung, semakin buruk peluang kami," kata mantan capres AS tersebut.
"Setiap hari antara sekarang dan November yang dikhususkan untuk memenangi pemilihan pendahuluan tersebut, hilang untuk memenangi pemilihan umum. Dan itu, saya harus katakan ini, itu membuat saya sangat khawatir akan peluang kami untuk menang pada November," tutur McCain.
Kontes nominasi kepresidenan Partai Republik telah dimulai sejak Januari lalu. Sejak itu, berbagai kandidat muncul sebagai alternatif konservatif terbaik atas Romney yang menjadi kandidat unggulan capres Republik. Namun para kandidat itu satu-persatu tenggelam dengan cepat.
Sementara Romney hingga kini masih belum bisa menyemangati basis konservatif Republik yang terbagi-bagi. Hal ini pun mengherankan McCain. Karenanya, Senator Arizona itu mengingatkan Romney untuk "lebih fokus ke apa yang akan dilakukannya terkait perekonomian dan lapangan kerja."
"Kita tahu bahwa hari demi hari dalam kampanye merupakan hari yang tak bisa kita ulang," tutur McCain.
Pada 2008 silam, McCain terpilih menjadi capres Republik setelah Romney keluar dari ajang nominasi capres. Namun McCain kemudian kalah dari Obama dalam pemilihan presiden 2008.
(ita/nrl)











































