Peristiwa ini terjadi pada Rabu (7/3) malam waktu setempat di Distrik Ruso, Provinsi Narathiwat. Saat itu, tentara-tentara tersebut dalam perjalanan pulang ke markas usai mengamankan acara festival keagamaan yang diikuti umat Budha.
Akibat bom ini 3 tentara tewas seketika di lokasi dan seorang lainnya tewas di rumah sakit. Sedangkan seorang tentara lainnya mengalami luka parah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terhadap insiden ini, Wakil Perdana Menteri Thailand Yutthasak Sasiprapa menyebutnya sebagai 'kegagalan taktik'. Menurutnya, patroli maupun konvoi militer tidak boleh melewati jalur yang sama untuk kembali ke markasnya, setiap harinya.
Diketahui bahwa aksi pemberontakan, tanpa tujuan yang jelas, telah melanda wilayah selatan Thailand, terutama yang berbatasan dengan Malaysia sejak tahun 2004 silam. Aksi yang seringkali dilakukan melalui serangan bom ataupun penembakan ini telah menewaskan ribuan nyawa, baik umat Budha maupun muslim.
Warga di kawasan selatan telah lama memprotes diskriminasi terhadap etnis muslim melayu oleh pemerintah setempat yang menganut Budha. Mereka mengklaim telah terjadi penganiayaan oleh militer setempat.
(nvc/ita)











































