Wei Yun yang tinggal di desa Gongchuan, Provinsi Guanxi, China ini, tidak bisa berjalan maupun berbicara. Sejak balita, pemuda berumur 23 tahun itu dikurung dalam kandang kayu. Akibatnya, Wei pun hanya bisa merangkak. Demikian seperti diberitakan oleh Daily Mail, Kamis (7/3/2012).
Kedua orangtua Wei terpaksa melakukan hal ini karena mereka tidak mampu membiayai perawatan medis putranya. Selain itu, semasa kanak-kanak Wei ada kejadian yang membuat orangtuanya khawatir dengan keselamatan pemuda itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari-hari, ayah Wei bekerja jauh dari rumah dan jarang pulang. Sedangkan ibu tiri Wei, Nong juga harus bekerja sepanjang hari. Jadi ketika Nong pergi bekerja, terpaksa dia harus mengunci Wei di dalam kandang kecil itu karena tidak ada yang mengawasinya.
"Ini merupakan pilihan yang sulit baginya (Nong), karena di satu sisi dia harus merawat Wei Yun, tapi di sisi lain dia juga harus pergi ke sawah dan melakukan pekerjaan lainnya demi mendukung kehidupan keluarga," tutur salah seorang tetangga Wei.
Sebagian besar orang yang mengalami gangguan mental di China terpaksa harus menjalani kehidupan yang mengenaskan, terutama di wilayah pedesaan di mana kemiskinan merajalela. Selain itu, di wilayah pedesaan juga seringkali tidak ada fasilitas medis yang memadai untuk merawat mereka.
(nvc/ita)











































