Berbohong Soal Operasi Hidung, Anggota Parlemen Mesir Mundur

Berbohong Soal Operasi Hidung, Anggota Parlemen Mesir Mundur

- detikNews
Selasa, 06 Mar 2012 11:35 WIB
Kairo - Seorang anggota parlemen Mesir, Anwar al-Balkimy, mencoba menutup-nutupi bahwa dirinya telah menjalani operasi plastik di bagian hidungnya. Pria itu pun berbohong dengan mengaku dirinya telah diserang oleh pria bersenjata.

Padahal itu hanya karangannya saja untuk menjelaskan kenapa wajahnya dibalut perban. Namun karena ketahuan berbohong soal itu, Anwar yang merupakan anggota partai radikal Al-Nour, ini terpaksa mengundurkan diri dari posisinya.

"Al-Balkimy menyampaikan permohonan maaf resmi kepada dokter dan rumah sakit, seluruh anggota parlemen, media dan institusi keamanan. Dia juga mengundurkan diri dari partai dan parlemen," demikian pernyataan Partai Al-Nour, seperti dilansir oleh Sydney Morning Herald, Selasa (6/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini bermula ketika dengan wajah yang masih terbungkus perban, Anwar al-Balkimy menuturkan kepada wartawan bahwa dirinya diserang oleh sekelompok pria bersenjata dan bertopeng di sebuah jalan raya dekat gurun Alexandria-Kairo, pada bulan lalu. Anwar bahkan mengaku dirinya dirampok sebesar 100 ribu pounds Mesir atau sekitar Rp 151,9 juta.

Namun pihak rumah sakit tempat Anwar dirawat kemudian memberikan pengakuan mengejutkan. Mereka membantah pernyataan Anwar tersebut dan menuturkan bahwa Anwar dirawat usai menjalani operasi plastik pada hidungnya.

Ketua Partai Al-Nour, Emad Abdul-Ghafour, pun datang mengunjungi Anwar di rumah sakit untuk mengusut insiden tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa memang pernyataan Anwar soal dirampok pria bersenjata tidak benar. Yang sebenarnya ialah pernyataan pihak rumah sakit yang diperkuat oleh pernyataan dokter yang merawat Anwar.

Diketahui bahwa operasi plastik merupakan tindakan yang dilarang dan melanggar hukum Salafi yang ultra-konservatif. Mesir menerapkan hukum yang mengintepretasi Islam secara ketat.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads