Lebih dari 100 tentara Yaman tewas dalam baku tembak yang terjadi ketika para militan Al-Qaeda menyerbu pos-pos militer di Yaman selatan pada Minggu, 4 Maret waktu setempat.
"Kami memandang Yaman sebagai mitra yang sangat penting dalam upaya melawan terorisme dan kami juga sangat prihatin akan pertempuran-pertempuran yang telah terjadi di sana, yang mencakup gerakan-gerakan AQAP (Al-Qaeda di Semenanjung Arab) di bagian-bagian tertentu di negara tersebut," kata pejabat tinggi Pentagon George Little kepada para wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"AQAP merupakan kelompok yang telah menargetkan pemerintah Yaman dan warga sipil Yaman sejak lama dan penting untuk terus menekan mereka," imbuh Little seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/3/2012).
Pejabat-pejabat AS terus mengamati dengan seksama peristiwa-peristiwa yang terjadi di Yaman setelah Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh meletakkan jabatannya pekan lalu. Saleh mundur setelah berkuasa di negeri itu selama 33 tahun. Dalam pidato pelantikannya, Presiden baru Yaman, Abdrabuh Mansur Hadi telah berjanji akan menghancurkan kelompok Al-Qaeda.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyampaikan bahwa pemerintah AS "mengecam keras" serangan di Yaman tersebut. "AS akan terus mendukung Presiden Hadi dan rakyat Yaman seiring mereka bekerja untuk mewujudkan aspirasi mereka untuk hidup yang lebih cerah dan makmur," ujar Hillary dalam statemennya.
(ita/nrl)











































