"Tanggul itu bisa menahan, namun bisa juga tidak," ujar Wakil Komisioner Badan Bencana Nasional, Dieter Geske, kepada Seven Network dan dilansir oleh AFP, Selasa (6/3/2012).
Sebanyak 8 ribu warga yang mengungsi tersebut berasal dari kota Wagga Wagga. Di lokasi tersebut ketinggian Sungai Murrumbidgee telah mencapai 10,9 meter, yang merupakan level tertinggi. Menurut Geske, level ini terakhir kali dicapai pada tahun 1844 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui bahwa kota Wagga Wagga sering diterjang banjir yang cukup parah sejak tahun 1840-an. Menurut otoritas setempat, warga di kota tersebut telah terlatih dalam menghadapi perintah evakuasi setiap saat banjir mengancam.
"Saya tahu di mana letak rumah saya -- jika memang tanggul meluap hingga ke jalanan, dibutuhkan sedikit waktu untuk mengungsi -- jadi saya akan mengungsi," ucap seorang warga setempat, Melina Skidmore kepada stasiun televisi ABC.
Sejak 3 minggu terakhir, tiga negara bagian yang ada di wilayah timur Australia diterjang banjir. Selain New South Wales, banjir juga menerjang wilayah pedesaan yang ada di Queensland dan Victoria.
Banjir ini juga memakan korban jiwa. Sejauh ini, dilaporkan dua pria tewas ketika berusaha menyeberang banjir dengan mobil mereka. Banjir ini juga berdampak pada rusaknya lahan perkebunan kapas dan gandum, serta ratusan ternak yang tersapu banjir.
Diprediksi, banjir di kota Wagga Wagga akan mencapai level tertinggi pada Selasa (13/3) pekan depan.
(nvc/nrl)










































