Saat akan memulai pidatonya di Moskow, suara Putin terlihat serak. Air matanya pun kemudian bergulir. Di depan lebih dari 100 ribu pendukungnya, Putin menyebut kemenangannya sebagai titik balik yang telah mencegah Rusia jatuh ke tangan para musuh.
Komisi pemilu Rusia mengumumkan Putin sebagai pemenang pilpres yang digelar 4 Maret dengan meraih sekitar 63,7 persen suara. Namun kubu oposisi menolak mengakui kemenangan Putin. Para lawan politik Putin menuding telah terjadi kecurangan suara di mana-mana. Mereka pun bertekad untuk terus melakukan aksi demo besar-besaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telah berjanji pada kalian bahwa kita akan menang. Kita memang. Jayalah Rusia," seru Putin seperti dilansir AFP, Senin (5/3/2012).
Massa pun berteriak-teriak: "Putin! Putin! Putin!" Sebagian menari-nari dan tampak menenggak minuman keras vodka.
Air mata Putin itu mengundang komentar miring dari sejumlah tokoh oposisi. Pemimpin oposisi terkemuka Alexei Navalny menyebut Putin punya banyak alasan untuk merasa sedih melihat bagaimana pihaknya telah mengatur massa untuk mengelu-elukan kemenangannya.
"Hari ini, pemimpin kita punya banyak alasan untuk menangis," cetus Navalny pada stasiun televisi independen, Dozhd (Rain). "Dia melihat ke semua di sekitarnya dan berkata: 'Ya Tuhan, apa yang telah saya lakukan di tempat ini?" kata Navalny.
Dalam pilpres kemarin, rival terkuat Putin, pemimpin Partai Komunis Gennady Zyuganov, hanya meraih 17 persen suara. Sementara para kandidat lainnya hanya mendapatkan suara di bawah 10 persen.
(ita/nrl)











































