Serangan tersebut terjadi pada Senin (5/3/2012) dini hari, sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Saat itu, puluhan pria berseragam militer menumpang sebuah kendaraan militer yang mereka curi.
Mereka kemudian menembaki 2 pos keamanan Irak yang ada di wilayah timur dan barat kota Haditha. Kemudian, mereka menyerang sejumlah pos keamanan lainnya dan menggerebek rumah milik dua pejabat Kepolisian setempat. Jumlah para penyerang sekitar 50-an orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil investigasi otoritas setempat atas insiden ini menunjukkan bahwa Al-Qaeda terlibat. Sebabnya, dalam sebuah kendaraan yang digunakan para penyerang, ditemukan sejumlah literatur terkait Al-Qaeda.
"Al-Qaeda bertanggung jawab atas serangan ini," cetus Hardan.
Di antara para korban tewas, terdapat dua pejabat Kepolisian senior setempat, Kolonel Mohammed Shauffeur dan Kapten Khaled Mohammed Sayil. Para militan berhasil menewaskan 6 penjaga keamanan yang ada di rumah keduanya. Jasad Shauffeur ditemukan di sebuah pasar di Haditha, sedangkan jasad Sayil ditemukan di sebuah gang. Keduanya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka tembakan di kepala dan dalam keadaan mata tertutup kain.
Haditha terletak sekitar 210 km di sebelah timur laut Baghdad. Kota ini telah lama dikenal sebagai basis Al-Qaeda yang cukup kuat pasca lengsernya mendiang mantan presiden Irak Saddam Hussein saat invasi Amerika Serikat (AS) tahun 2003 silam.
Sebelumnya diberitakan, Al-Qaeda melancarkan serangan terhadap tentara militer Yaman di markas militer di Kud, sebelah selatan Zinjibar, pada Minggu (5/3) waktu setempat. Sedikitnya 78 tentara tewas dalam baku tembak tersebut. Insiden itu juga menewaskan 25 militan.
(nvc/ita)











































