Penumpang Tidur, 2 Kereta Polandia Tabrakan & Tewaskan 16 Orang

Penumpang Tidur, 2 Kereta Polandia Tabrakan & Tewaskan 16 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Mar 2012 10:51 WIB
Penumpang Tidur, 2 Kereta Polandia Tabrakan & Tewaskan 16 Orang
Warsawa, - Tabrakan hebat yang melibatkan dua kereta api ekspres terjadi di Polandia. Insiden ini menewaskan 16 orang dan melukai 58 orang lainnya.

Sebuah kereta ekspres dari Warsawa menuju ke Krakow bertabrakan dengan sebuah kereta dari arah berlawanan di dekat kota kecil Szczekociny, sekitar 193 km dari ibukota Polandia, pada Sabtu (3/3) waktu setempat. Tabrakan ini membuat lokomotif dan bagian depan kedua kereta rusak parah hingga terkoyak.

"Ini kecelakaan kereta paling tragis yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir," ujar Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, seperti dilansir oleh The Telegraph, Senin (5/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar korban luka dalam kondisi kritis. Bahkan tak sedikit yang koma dan menderita luka trauma serius akibat terlalu kerasnya tabrakan yang terjadi. Saat kejadian, sebagian besar penumpang tengah tertidur pulas.

Atas insiden ini, otoritas setempat tengah melakukan investigasi untuk mengusut penyebab tabrakan. Dugaan awal, tabrakan dua kereta yang berhadap-hadapan ini disebabkan oleh human error.

"90 persen penyebab kecelakaan ini adalah human error," ujar Presiden Polandia, Bronislaw Komorowski, saat mengunjungi lokasi kejadian.

Tabrakan antara dua kereta api dari arah berlawanan sangat jarang terjadi di Polandia. Para pakar kereta api di Polandia menuturkan, terdapat prosedur dan sistem operasional yang baik untuk mencegah insiden seperti ini. Masinis seharusnya terlebih dahulu mendapat izin dari ruang kendali sebelum beralih ke jalur rel yang salah. Selain itu, sistem peringatan di ruang kendali seharusnya berbunyi untuk memperingatkan kemungkinan terjadinya tabrakan.

Para penyidik berusaha mendapatkan data dari kotak hitam yang ada di kedua lokomotif. Kedua masinis kereta, yang hanya mengalami luka ringan, juga akan dimintai keterangan oleh pihak berwenang.

(nvc/ita)


Berita Terkait