Pemilihan parlemen hari ini digelar di Iran. Ini merupakan pemilihan nasional pertama yang digelar di Iran sejak pemilihan presiden (pilpres) tahun 2009 yang memenangi kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Hasil pilpres itu menuai banyak protes dari kelompok-kelompok oposisi yang menuding telah terjadi kecurangan dalam pemilihan tersebut.
Pemilihan parlemen hari ini dilakukan untuk mengisi 290 kursi parlemen. Oposisi utama Iran dan kelompok-kelompok reformis telah memboikot pemilihan parlemen tersebut.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan warga untuk menggunakan hak suaranya. "Lebih banyak orang yang datang dan memilih, lebih menguntungkan bagi masa depan, prestise, keamanan dan kekebalan negara," ujar Khamenei seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala kepolisiam Iran, Ismail Ahmadi Moghaddam mengatakan, pasukan keamanan "siap penuh" untuk menghadapi setiap masalah yang mungkin timbul. Tak ada pengamat internasonal yang saat ini berada di Iran untuk mengawasi jalannya pemungutan suara. Otoritas Iran telah menyebut gagasan soal adanya pengamat internasional sebagai penghinaan bagi rakyat Iran.
Otoritas Iran memperkirakan jumlah warga yang memilih akan lebih besar daripada pemilihan parlemen sebelumnya. Terakhir kali, pemilihan parlemen digelar tahun 2008 lalu diikuti oleh sekitar 55 persen warga.
(ita/nrl)











































