Api diduga berasal dari ruang mesin, sehingga kapal ini terpaksa terapung-apung di tengah Samudera Hindia akibat tidak adanya tenaga mesin. Insiden ini terjadi di wilayah perairan dekat Kepulauan Seychelles.
Diketahui bahwa kapal Costa Allegra ini masih satu perusahaan dengan Costa Concordia yang karam di perairan Italia sekitar 6 minggu lalu. Namun ukuran Costa Allegra sedikit lebih kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu alarm darurat berbunyi, seluruh penumpang dan kru kapal telah diarahkan menuju ruang evakuasi dan telah mengenakan alat keselamatan yang memadai. Pasca api padam, kapal pesiar ini terpaksa berhenti karena mesin mati. Kapten kapal pun telah mengirimkan sinyal darurat untuk meminta bantuan.
Pejabat setempat menyatakan, tidak ada koran jiwa ataupun korban luka akibat kebakaran ini. Sedangkan penyebab kebakaran diduga akibat masalah listrik di ruang mesin.
Dua kapal nelayan berbendera Prancis tengah menuju ke posisi kapal tersebut untuk memberikan bantuan daya listrik darurat. Sementara itu, dua kapal derek dan satu kapal milik Angkatan Laut Italia dari Seychelles masih dalam perjalanan untuk memberikan bantuan.
Kapal dengan panjang 187 meter ini membawa 630 penumpang dan 413 awal kapal yang berasal dari berbagai negara. Tercatat ada sebanyak 122 penumpang asal Italia, 130 penumpang Prancis, 100 penumpang asal Austria, 90 penumpang asal Swiss, dan 31 penumpang asal Inggris.
Pelayaran yang dijalani Costa Allegra merupakan perjalanan pesiar selama 1 bulan melintasi Samudera Hindia, Laut Merah dan Laut Mediterania. Kapal ini berangkat dari Port Louis, Mauritius dan kemudian menuju Madagaskar. Setelah itu, kapal ini akan bertolak ke Seychelles, Oman, Mesir, Yordania sebelum akhirnya berlabuh di Savona, Italia bulan depan.
Costa Allegra dikemudikan oleh Kapten Nicolo Alba (48) dari Monopoli, Puglia, Italia. Kapten Nicolo telah bekerja selama 19 tahun sebagai seorang pelaut. Kapal ini dirakit di Genoa pada tahun 1969 silam dan kemudian dimiliki oleh Costa Cruises sejak tahun 1992. Kapal pesiar tersebut memiliki 8 geladak penumpang dan 400 kabin. Kapal mewah ini bisa mengangkut lebih dari 1.400 penumpang sekali berlayar.
Ada pula satu detasemen marinir Italia di dalam kapal tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan kapal dan penumpang mengingat kapal ini akan melintasi wilayah perairan yang dihuni perompak.
(nvc/ita)











































