Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran HAM dan hukum internasional.
Dalam statemen yang dirilis kementerian Iran tersebut seperti dilansir Press TV, Senin (27/2/2012) disebutkan bahwa pembakaran Alquran merupakan contoh baru pelanggaraan HAM dan hukum internasional oleh pasukan militer asing di Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diimbuhkan pula bahwa bukan sekali ini saja hukum internasional telah dilanggar pasukan NATO pimpinan AS di Afghanistan. Kementerian Iran tersebut mengingatkan, pengulangan perbuatan seperti itu hanya akan menimbulkan kebencian lebih besar bagi pasukan NATO.
Kementerian Iran pun menekankan perlunya penarikan seluruh pasukan militer asing dari Afghanistan.
Sebelumnya pada 20 Februari lalu, tentara-tentara AS diberitakan telah membakar salinan Alquran dan buku-buku Islami lainnya di pangkalan udara Bagram, sebelah tenggara Kota Charikar di Provinsi Parwan, Afghan.
Menyusul insiden tersebut, Presiden AS Barack Obama mengirimkan surat ke Presiden Afghan Hamid Karzai. Dalam surat tersebut, Obama meminta maaf atas perbuatan prajurit AS tersebut. Obama mengatakan pada Karzai bahwa insiden itu tidak disengaja.
Kejadian tersebut memicu aksi-aksi demo anti-AS di Afghanistan dan negara-negara muslim lainnya. Selama enam hari terakhir, aksi demo yang diwarnai kerusuhan tersebut telah menewaskan lebih dari 35 orang, termasuk dua tentara AS.
(ita/nrl)











































