Kebakaran yang melanda penjara Comayagua, Tegucigalpa, pada 14 Februari lalu, menewaskan 360 narapidana. Sebagian besar narapidana masih terkunci di dalam sel, sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri.
Akibatnya, jasad para korban tewas menjadi susah dikenali karena terbakar habis. Hal ini membuat otoritas setempat membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengidentifikasi setiap jasadnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga korban pun mengeluhkan lamanya proses identifikasi korban tewas. Masalahnya, hal tersebut berdampak pada lambatnya pengembalian jasad korban tewas kepada keluarga masing-masing, padahal mereka ingin menguburkan jasad keluarganya dengan segera.
Terhadap hal ini, otoritas setempat menyatakan proses identifikasi masih terus berlangsung. Mereka berdalih, pihaknya harus menyemayamkan jasad para korban di sebuah pusat medis terlebih dulu, sebelum akhirnya dibawa ke kantor polisi untuk diotopsi.
(nvc/gah)










































