Emily Downs dan Ashleigh Robinson, yang sama-sama berusia 13 tahun, berniat menghabiskan liburan mereka dengan berkunjung ke Museum dan Galeri Seni Salford. Namun, bukannya membantu anak-anak yang haus pengetahuan, petugas museum justru mengusir keduanya ketika mereka hendak masuk ke dalam museum.
Pihak pengelola museum menyatakan, tindakan mereka sesuai peraturan, yakni pengunjung yang berusia di bawah 16 tahun dilarang masuk. Menurut mereka, hal ini demi keselamatan para pengunjung sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua remaja ini diantar oleh ibu Emily, Carolyn Down, kemudian ditinggal pergi kerja. Carolyn sendiri bekerja sebagi dosen di Universitas Salford. Usai diusir, kedua remaja ini pun terpaksa mencari-cari sendiri lokasi universitas tempat ibu Emily mengajar.
Ketika mengetahui bahwa putrinya dilarang masuk museum, Carolyn pun kaget. Kepada Carolyn, petugas museum mengatakan, putrinya diperbolehkan masuk jika ditemani oleh orang dewasa.
Mendengar alasan ini, Carolyn merasa tidak terima dan akhirnya mengajukan komplain kepada kantor Dewan Kota Salford. Namun sayangnya, pihak otoritas setempat tetap mempertahankan bahwa sikap pengelola museum sudah benar dan kebijakan seperti itu memang diberlakukan di Salford demi melindungi anak-anak.
Menurut otoritas setempat, museum dikategorikan sebagai tempat yang penuh risiko bagi anak-anak.
"Ini nampaknya menjadi contoh nyata bahwa kaum muda di Salford diasingkan oleh warga dewasa. Di Salford, mereka melihatnya sebagai ancaman dan bahaya. Saya bekerja dengan banyak kaum muda di Salford dan mereka semua menakjubkan," ujar Carolyn yang bergelar Doktor ini, seperti dilansir oleh Daily Mail, Sabtu (25/2/2012).
Carolyn yang merupakan dosen spesialis rekreasi dan kenyamanan, ini berjanji akan mengangkat isu ini dalam kelompok riset internasional yang dijalankannya. Carolyn kini tengah bekerja pada sebuah proyek penelitian terhadap kenyamanan bagi anak-anak.
(nvc/gah)











































