Dikutip dari dailymail, Kamis (23/2), pada Sabtu lalu Ashley pergi ke kondominium di Medford, Oregon. Belakangan polisi menyebut, kakak dari salah satu teman Ashley mengadakan pesta dengan alkohol dan ganja di sana.
Setelah minum-minum di kondominium itu, Ashley mendapat giliran menghirup helium. Mereka melakukannya agar suaranya terdengar lucu. Polisi menemukan tangki helium di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sahabat Ashley, Marina Zamora, mengatakan Ashley tidak pernah menggunakan narkoba dan tidak minum alkohol. Dalam pesta itulah pertama kalinya Ashley mengkonsumsi alkohol.
"Saya pikir dia merasa akan mengecewakan kami jika tidak melakukannya, karena ada orang menaruh (helium) ke mulutnya, dan menyuruh dia untuk melakukannya," ujar Marina.
Saat Ashley kemudian tak sadarkan diri, Marina memberi pertolongan dengan cara cardiopulmonary resuscitation (CPR), namun tidak ada reaksi. Sementara itu teman mereka yang lain menelepon polisi.
Menurut Marina, seorang pria muda meninggalkan lokasi saat mendengar ada yang mengontak polisi.
Terkait kasus ini, polisi telah menangkap perempuan berusia 27 tahun, Katherine McAloon. Katherine tinggal di kondominium itu. Penangkapan dilakukan dengan tuduhan memberikan alkohol dan ganja pada anak-anak.
Menurut American Association Poison Control Centers, kematian karena menghirup helium sangat langka terjadi di Amerika. Pada 2010 hanya 3 kematian akibat menghirup Helium.
Dokter mengatakan menghirup helium dapat membahayakan karena bisa memotong aliran oksigen dalam tubuh. Selain itu menghirup helium dari tangki langsung dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru, di mana paru-paru tidak dapat bekerja normal dan menyebabkan gelembung gas seperti kasus Ashley.
Polisi menyebut menghirup helium sedang marak di berbagai wilayah di Amerika. Dikhawatirkan helium ini disalahgunakan bila berada di tangan yang salah.
(vit/vit)











































