Ribuan Warga Afghanistan Kepung Markas Militer AS di Kabul

Ribuan Warga Afghanistan Kepung Markas Militer AS di Kabul

- detikNews
Kamis, 23 Feb 2012 19:10 WIB
Ribuan Warga Afghanistan Kepung Markas Militer AS di Kabul
Kabul - Ribuan warga Afghanistan mengepung markas militer Amerika Serikat (AS) di Kabul. Mereka melempari batu dan memanjat pagar sebagai bentuk protes terhadap pembakaran Alquran oleh tentara NATO di Afghanistan.

Para demonstran berasal dari sejumlah wilayah dan berkumpul di sekitar markas militer AS di Mihtarlam, Provinsi Laghman, Kabul. Mereka menyerang markas yang juga dihuni oleh tim rekonstruksi provinsi (PRT) ini.

"Orang-orang berdatangan dari seluruh wilayah Laghman. Mereka menyerang PRT, mereka memanjat tembok, mereka membakar sesuatu di sana, saya pikir sebuah kontainer," ujar pejabat Kepolisian senior setempat, Khalilul Rahman Niazi kepada kantor berita AFP, Kamis (23/2/2012).

Menurut Niazi, ada 2 orang yang luka-luka akibat serangan bersenjata dari dalam markas ketika mereka memanjat pagar tembok.

Secara terpisah, otoritas setempat menuturkan, sedikitnya 3 orang demonstran tewas dalam aksi unjuk rasa di sejumlah wilayah di Afghanistan karena kasus pembakaran Alquran, hari ini. Dengan demikian hingga saat ini, total 12 orang demonstran tewas dalam unjuk rasa yang sudah berjalan selama 3 hari ini.

Dilaporkan para demonstran masih melakukan aksinya di Kota Kabul, Jalalabad, Kunar, Takhar, Baghlan, Faryab, dan Uruzgan.

"Orang-orang asing ini selalu mengulangi tindakan najis mereka, dan mereka hanya bisa minta maaf setelah kejadian itu. Seharusnya mereka mengadili orang-orang yang terlibat dalam insiden (pembakaran Alquran) tersebut, agar hal ini menjadi pelajaran bagi yang lain untuk tidak melakukan perbuatan yang sama di masa mendatang," teriak seorang demonstran yang bernama Mohammad Islam (25).

Kementerian Dalam Negeri Afghan menyatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terhadap semua kematian demonstran. Pemerintah Afghanistan menyalahkan penjaga keamanan dari sebuah markas militer asing. Namun belum jelas apakah penjaga keamanan tersebut berasal dari Afghanistan atau negara lain.

Sebelumnya pada Selasa, 21 Februari kemarin, aksi demo anti-AS juga terjadi di luar pangkalan udara Bagram, Afghanistan. Para demonstran mengecam pembakaran Alquran yang dilakukan tentara-tentara NATO pimpinan AS. Atas insiden itu, Gedung Putih dan militer AS telah menyampaikan permintaan maaf.

(nvc/nwk)


Berita Terkait