Warga Afghanistan yang marah dengan tindakan pasukan NATO tersebut langsung turun ke jalan-jalan di Kabul, ibukota Afghan dan di Kota Jalalabad, Afghanistan Timur, sejak Selasa (21/2) kemarin.
Para demonstran melemparkan batu-batu ke pangkalan militer AS, Camp Phoenix, di Kabul. Sementara di Kota Jalalabad, lebih dari 1.000 demonstran memblokir jalan tol sembari meneriakkan "Matilah Amerika, Matilah Obama."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para demonstran yang melakukan long march ke pusat kota, juga melakukan pembakaran mobil dan menyerang toko-toko yang mereka lewati. Namun usaha ini dihadang oleh polisi anti huru-hara.
Sementara itu, sebanyak 6 orang demonstran dilaporkan tewas di Provinsi Parwan. Sebanyak 13 orang lainnya mengalami luka-luka. Juru bicara otoritas setempat menuturkan, tembakan dilakukan karena para demonstran menyerang polisi dengan batu dan bahkan beberapa dari mereka membawa senjata.
Kemudian di Jalalabad, dilaporkan seorang pendemo tewas. Di wilayah Baraki Barak, Provinsi Logar, dilaporkan seorang pendemo tewas saat berunjuk rasa. Wilayah ini sering menjadi lokasi bentrokan Taliban.
Kementerian Dalam Negeri Afghan menyatakan, pihaknya akan melakukan investigasi terhadap semua kematian demonstran. Pemerintah Afghanistan menyalahkan penjaga keamanan dari sebuah markas militer asing. Namun belum jelas apakah penjaga keamanan tersebut berasal dari Afghanistan atau negara lain.
Sebelumnya pada Selasa, 21 Februari kemarin, aksi demo anti-AS juga terjadi di luar pangkalan udara Bagram, Afghanistan. Para demonstran mengecam pembakaran Alquran yang dilakukan tentara-tentara NATO pimpinan AS. Atas insiden itu, Gedung Putih dan militer AS telah menyampaikan permintaan maaf.
(nvc/ita)











































