Pemerintah AS akan diwakili oleh koordinator kebijakan AS untuk Korut, Glyn Davies dan utusan khusus AS untuk dialog 6 negara, Clifford Hart, serta sejumlah pejabat lainnya. Sedangkan delegasi dari Korut akan dipimpin oleh negosiator senior, Kim Kye-Gwan.
Perundingan nuklir ini akan digelar di Beijing, China dan difokuskan pada pembahasan denuklirisasi, non-proliferasi dan bantuan kemanusiaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan saya adalah kami bisa mencari cara untuk bergerak maju dengan Korut, karena semua pihak tentu ingin mencapai tahap selanjutnya, terutama dalam perundingan 6 negara," tutur Davies kepada wartawan seperti dilansir AFP, Kamis (23/2/2012).
Perundingan yang digelar hari ini merupakan yang ketiga kalinya sejak Juli 2011 lalu. Awalnya kedua negara dijadwalkan bertemu pada Desember 2011 lalu. Namun akhirnya diundur akibat kematian Kim Jong-Il dan kemudian kekuasaan pun diwariskan kepada putra bungsunya, Kim Jong-Un.
"Bagaimana persisnya bentuk kebijakannya (Kim Jong-Un), kemana arah kebijakannya -- semua ini masih belum diketahui hingga saat ini," tutur Davies.
"Saya justru melihat hal ini sebagai tanda-tanda positif yang muncul pasca terjadinya transisi kekuasaan di Korut, DPRK (Democratic People's Republic of Korea) telah memilih untuk kembali berunding dengan kami. Itu hal yang baik," imbuh Davies.
Perlu diketahui bahwa Korut memutuskan untuk meninggalkan dialog 6 negara pada April 2009 silam. Sebabnya, Korut merasa diintimidasi oleh dunia internasional atas program nuklirnya. Perundingan 6 negara ini dipimpin oleh China dan diikuti oleh Jepang, Rusia, AS, dan kedua negara Korea, Korsel dan Korut.
(nvc/ita)










































