Seperti diberitakan AFP, Rabu (22/2/2012), menurut seorang aktivis lokal, Omar Shaker, keduanya tewas ketika sebuah mortir menghantam media center darurat yang didirikan aktivis anti-rezim di kabupaten Baba Amr.
Shaker juga menyebut 3 jurnalis asing lainnya ikut terluka dalam serangan itu. Pemantau HAM di Suriah menyebut kedua jurnalis yang tewas itu adalah seorang wartawati berkebangsaan Amerika dan seorang pria asal Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak melihat satu alasan apa pun mengapa pihak oposisi harus menembak para jurnalis," ujarnya.
"Ini kemungkinan berhubungan dengan pihak rezim," tambahnya.
Jurnalis televisi Prancis, Gilles Jacquier tewas di Homs pada bulan lalu, setelah sebuah mortir meledak di tengah sekelompok jurnalis yang meliput aksi protes.
(ikh/vta)











































